Simple Blog ~


Senin, 04 Februari 2013

Awal Baru

Suatu hari saat aku terbangun di suatu tempat yang tak ku kenali aku mendapatkan suatu kenyataan pahit tentang dirimu. Kenyataan itu benar-benar sangat tiba-tiba dan tak pernah ku bayangkan sebelumnya.

Kenyataan bahwa .. mungkin dirimu sudah ada yang memiliki. Memang itu belum tentu benar adanya. Namun, fakta itu semakin hari semakin jelas. Apa daya aku bukan siapa-siapa di hidupmu. Aku .. hanya bisa terdiam menghadapi kenyataan itu. Aku tak tau harus bagaimana. Aku tak tau harus mengadu kepada siapa. Dan aku tak tau bagaimana perasaanku sekarang.

Aku berusaha menyangkal kenyataan pahit itu. Namun semuanya tak berguna. Kau semakin menjauh. Kau semakin membenarkan kenyataan tiu. Dan kau semakin memperjelas semuanya.

Apa aku harus berteriak untuk sedikit mengurangi beban dihatiku ?
Apa aku harus menangis sampai air mataku mengering ?
Apa aku harus menyayat tubuhku agar rasa sakit dihati ini pindah ke tubuh ?
Apa aku harus melompat ke jurang agar aku bisa pergi dari dunia ini ?
Apa aku harus menyekapmu disisiku agar kau tak dapat dimiliki orang lain ?
Aku harus apa .. Aku harus bagaimana ?

Tapi aku sadar semua itu hanya akan menyusahkan diriku sendiri. Dan aku yakin jika aku melakukan semua itu kamu pun tidak akan memperdulikanku. Kamu tidak akan berpaling darinya lalu datang kepadaku. Kamu tidak akan berlari mengejarku. Kamu tidak akan berlari mencegahku melakukan semua itu. Pasti kamu akan acuh dengan apa yang akan ku lakukan.

Jadi aku putuskan untuk melupakan semuanya. Semua tentangmu. Semua tentang Kita. Semua hal yang telah kita lakukan berdua. Semua kata-kata yang pernah kau ucapkan kepadaku. Semua candamu. Semua tawamu bersamaku. Semua hal yang kau sukai. Semua .. Semua .. Semuanya ...

Dan Esoknya aku terbangun dengan senyuman di wajahku. Tidak ada lagi bayanganmu. Tidak ada lagi namamu. Kehidupanku serasa baru saja akan dimulai. Tidak ada lagi air mata yang bergulir dipipi. Tidak ada lagi kesakitan dihati ini. Semua sudah hilang dihapuskan oleh kekuatan yang telah tersusun dihatiku. Seulas senyum semakin merekah diwajah ini.

Awal baru akan muncul. Selamat tinggal kuucapkan kepadamu. Selamat tinggal masa lalu kelamku. Matahari pun ikut tersenyum kepadaku. Kepada awal hidup baruku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar