Kelompok Wanita
Tani (KWT) Wonobodro berkumpul pada 1 Agustus 2019 untuk menerima
pelatihan-pelatihan oleh para mahasiswa KKN UNDIP. Pada kesempatan tersebut,
berbagi inovasi-inovasi yang dapat dilakukan dengan berbagai sumber daya yang
di Desa Wonobodro.
Pelatihan
pertama yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan pestisida menggunakan daun
suren. Pestisida organic tersebut dapat dibuat dengan daun yang mudah ditemukan
disekitar persawahan. Dilakukan praktik pembuatan pestisida yang mudah dengan
menggunakan blender. Selain menggunakan daun suren, pestisida dapat dibuat
dengan daun papaya dan beberapa daun lainnya.
Lokasi desa yang
berada di dataran tinggi, memungkinkan warga untuk menanam bunga krisan pada
waktu-waktu tertentu. Namun karena tidak dapat bertahan lama, dibutuhkan
alternatif agar bunga krisan tersebut dapat terjual habis. Mahasiswa KKN Undip
memberikan pelatihan untuk menjadikan bunga krisan sebagai hiasan dengan cara
mengeringkan dan menjadikannya aksesoris.
Dilakukan juga
pelatihan budi daya ikan lele menggunakan ember. Selain digunakan untuk
mengembangbiakan lele, dapat juga menanam tumbuhan diatasnya seperti kangkung.
Penanaman tumbuhan menggunakan gelas plastic bekas dan areng yang digantung di
sisi-sisi ember.
Pelatihan-pelatihan
tersebut diberikan dengan harapan dapat diterapkan oleh warga Desa Wonobodro
dengan mudah.
Pak, Opak!
Memiliki wisata ziarah makam mendatangkan banyak wisatawan ke Desa
Wonobodro. Salah satu makanan khas yang seringkali dijadikan buah tangan oleh
para pengunjung adalah opak. Untuk
meningkatkan kualitas oleh-oleh kegemaran yang murah meriah, mahasiswa KKN
UNDIP Desa Wonobodro berbagi ilmu mengenai bagaimana cara membuat produk yang
ditawarkan menjadi lebih menarik.
Pelatihan yang dilakukan pada tanggal 23 Juli
2019 didatangi oleh para pembuat opak, cimpring, dan keripik kentang asli Desa
Wonobodro. Mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan cara mengemas makanan dengan
beragam macam plastic yang menarik dan label yang dapat membedakan setiap
produk. Selain itu, disampaikan juga beberapa cara pemasaran selain menjualnya
di sekitar tempat wisata seperti melalui media sosial.