Simple Blog ~


Selasa, 13 Agustus 2019

Kelompok Wanita Tani Siap Berinovasi





Kelompok Wanita Tani (KWT) Wonobodro berkumpul pada 1 Agustus 2019 untuk menerima pelatihan-pelatihan oleh para mahasiswa KKN UNDIP. Pada kesempatan tersebut, berbagi inovasi-inovasi yang dapat dilakukan dengan berbagai sumber daya yang di Desa Wonobodro.
Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan pestisida menggunakan daun suren. Pestisida organic tersebut dapat dibuat dengan daun yang mudah ditemukan disekitar persawahan. Dilakukan praktik pembuatan pestisida yang mudah dengan menggunakan blender. Selain menggunakan daun suren, pestisida dapat dibuat dengan daun papaya dan beberapa daun lainnya.
Lokasi desa yang berada di dataran tinggi, memungkinkan warga untuk menanam bunga krisan pada waktu-waktu tertentu. Namun karena tidak dapat bertahan lama, dibutuhkan alternatif agar bunga krisan tersebut dapat terjual habis. Mahasiswa KKN Undip memberikan pelatihan untuk menjadikan bunga krisan sebagai hiasan dengan cara mengeringkan dan menjadikannya aksesoris.
Dilakukan juga pelatihan budi daya ikan lele menggunakan ember. Selain digunakan untuk mengembangbiakan lele, dapat juga menanam tumbuhan diatasnya seperti kangkung. Penanaman tumbuhan menggunakan gelas plastic bekas dan areng yang digantung di sisi-sisi ember.
Pelatihan-pelatihan tersebut diberikan dengan harapan dapat diterapkan oleh warga Desa Wonobodro dengan mudah.


Pak, Opak!
Memiliki wisata ziarah makam mendatangkan banyak wisatawan ke Desa Wonobodro. Salah satu makanan khas yang seringkali dijadikan buah tangan oleh para pengunjung adalah opak.  Untuk meningkatkan kualitas oleh-oleh kegemaran yang murah meriah, mahasiswa KKN UNDIP Desa Wonobodro berbagi ilmu mengenai bagaimana cara membuat produk yang ditawarkan menjadi lebih menarik.

Pelatihan yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2019 didatangi oleh para pembuat opak, cimpring, dan keripik kentang asli Desa Wonobodro. Mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan cara mengemas makanan dengan beragam macam plastic yang menarik dan label yang dapat membedakan setiap produk. Selain itu, disampaikan juga beberapa cara pemasaran selain menjualnya di sekitar tempat wisata seperti melalui media sosial.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar